
Koba (koranbabel.com) — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI), menegaskan bahwa PT.Walie Tampas Citratama (WTC) telah merambah kawasan Hutan Lindung Pantai kayu ara 10 Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar kabupaten Bangka Tengah (Bateng).
Kunjungan tim penegakan hukum lingkungan dan kehutanan KLHK, Rabu (7/10) lalu ke Desa perlang mendapati bahwa jalan, stock file hingga pelabuhaan bongkar muat pasir yang dilakukan oleh PT.WTC masuk kawasan Hutan lindung pantai, “Kalau terbukti bersalah, PT.WTC akan kita berikan sanksi,” kata Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK RI kepada KORAN BABEL, Sabtu (10/10) saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Tim telah mengumpulkan bukti, berupa titik koordinat hingga dokumentasi beberapa alat berat dan tongkang serta tag boat yang berada di kawasan Hutan lindung pantai kayu ara 10 desa perlang, “Alat berat dan tongkang serta tag boat itu menjadi barang bukti beraktifitasnya PT.WTC di kawasan hutan lindung tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan lindung dari KLHK,” kata pria yang sering disapa Bang Roy ini.
Roy yang juga warga Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Babel ini juga menyayangkan setelah mendapati informasi sebelumnya PT.WTC tidak beraktifitas. Namun, faktanya berbanding terbalik dilapangan, 14,31 hektar kawasan Hutan lindung pantai desa perlang terdapat aktifitas bongkar muat pasir oleh PT.WTC.
“Kami tidak main-main dalam hal ini. Kamipun merasa dikelabuhi, karena selama ini yang kami tau tidak ada aktifitas apapun dikawasan hutan lindung pantai tersebut,” ulasnya.
Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan panggil management PT.WTC. Pihaknya akan meminta keterangan mengenai aktifitas mereka tersebut, “Hasil keterangan mereka tidak bisa jelaskan kenapa bisa melakukan aktifitas tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan lindung. Maka, ya siap-siap saja mendapatkan sanksi sesuai aturan berlaku,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Roypun memberikan ketenangan kepada warga desa perlang. Sampai kapanpun pihaknya konsisten menindak tegas pihak perusahaan merusak hutan ataupun lingkungan hidup lainnya.
“Selama tidak ada izin pinjam pakai kawasan hutan lindung. Kita tidak akan membiarkan mereka beraktifitas. Kalau ngotot beraktifitas, berarti ini perusahaaan memang bandel,” pungkasnya.
Oknum Bermental “Bodrex”
Sementara itu, Warga desa Perlang, Yadi mengancam bakar semua aset PT.WTC, jika tidak ada tindakan tegas oleh KLHK ataupun kepolisian, “Hidup di negeri sulap memang begini. Semua penuh bim salah bim, tidak ada dikatakan ada begitupun sebaliknya. Kita melihat sulap, hanya bisa bengong kayak orang bego,” kata Yadi.
Yadi menjelaskan aktifitas stock file, bongkar muat pasir kuarsa dipelabuhan hingga jalan selua 14,31 hektar masuk kawasan hutan lindung. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi untuk tidak menindak tegas PT.WTC.
“Kalau dinegeri sulap ini tidak ada lagi hukum. Ayo rakyat, kita pakai hukum rimba, kita selesaikan dengan cara-cara rakyat biar dunia tahu bahwa di Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) ini penuh dengan kata-kata bim salah bim,” ungkapnya.
Yadi juga mengaku telah laporkan masalah ini ke KLHK RI dan Mabes Polri khususnya Tipiter subdit 5. Harapannya merekapun saling berkoordinasi untuk menindak PT.WTC, “Kita rakyat bela negara, justru aparat negara kesannya membiarkan negaranya dirugikan melalui pajak. Selain itu, harga diri negara juga telah dinjak-injak oleh PT.WTC, kami rakyat miris,” tegasnya.
Yadi sepakat komentar Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) serta Humas Mabes Polri dibeberapa stasiun TV swasta belum lama ini, “Disana terdapat oknum kontrol sosial dan penegak hukum bermental “bodrex”. Artinya, semua sudah turut andil atas aktifitas illegal di negeri ini, sehingga aktifitas illegal tersebut terus menjamur,” ungkapnya.
Yadi masih percaya bahwa pimpinan swasta ataupun pemerintah yang melakukan kontrol sosial hingga penegakan hukum di negeri ada juga yang berhati baik dan peduli dengan negeri ini, “Kami minta mutasikan saja orang-orang bermental “bodrex” khususnya berhubungan langsung dengan aktifitas PT.WTC. Sudah seharusnya, masing-masing instansi terkait membentuk tim internal kemudian lihat anak buahnya yang bermental “bodrex” di lapangan. Kalau terbukti, lebih baik bumi hanguskan saja dari pada rakyat yang menilainya jelek baik itu pimpinan hingga bawahannya sama saja,” tegasnya. (ron)
The post Roy : Walie Tampas Siap-siap Dapat Sanksi appeared first on KORAN BABEL.
ConversionConversion EmoticonEmoticon