
Pangkalpinang (koranbabel.com) — Sebanyak 30 siswa siswi Homeschooling Group Khoiru Ummah 39 Cabang Bangka Belitung yang terdiri dari siswa siswi PAUD dan Sekolah Dasar (SD) berkumpul di depan Gedung Telkom Jalan Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang, Sabtu (9/10). Mereka menyuarakan kegelisahan dan aspirasi mengenai kondisi kabut asap yang melanda Kepulauan Bangka Belitung selama sebulan.
Pelaksanaan kegiatan ini mengusung tema “JERITAN HATI ANAK-ANAK MELAWAN KABUT ASAP” yang diisi dengan kegiatan pembacaan doa, pembacaan puisi dan surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia.
“Bapak Presiden yang kami hormati , Apa kabar bapak? Ibu negara bagaimana kabarnya? Apakah kalian sehat saja?. Kami berharap bapak, ibu tidak merasakan pekatnya asap memasuki paru-paru seperti yang kami rasakan disini sudah sebulan lebih dipaksa menghirup udara kotor tanpa jeda.
Semoga bapak juga tidak merasakan perihnya mata terkena kabut asap dari pembakaran lahan dan hutan yang dilakukan para penjahat yang bersembunyi disekeliling kita.
Kami semua doakan bapak dan sekeluarga selalu sehat tanpa kurang apapun, terutama jangan sampai terkena ISPA ya pak, seperti kami yang ada di Bangka Belitung. Kalau bapak terkena ISPA juga terus siapa yang lagi yang mengurusi negeri dengan penuh masalah demi masalah ini tak kunjung usai.
Bapak pasti tahu kami sudah satu bulan lebih dalam kubungan asap. Setiap hari kami disambut dengan menu sarapan kabut asap . Kami merindukan suara cicitan burun. Namun Karena asap mereka mengurung diri juga. Kami terpaksa diliburkan sekolah beberapa hari karena udara di luar tak sehat untuk kesehatan kami. Setiap bersekolah kami harus mengenakan masker untuk melindungi pernapasan kami. Kemana kami pergi, termasuk bermain kami disuruh orang tua kami memakai masker.
Banyak warga sudah terkena dampak kabut asap yaitu terserang ISPA , Penerbangan juga terganggu, Bahkan gara-gara asap mengepung, Ampera kami hilang diwaktu pagi, sore, dan malam hari pak, kami kami tak mampu lagi melihat keindahan kota kami lagi. Setiap kendaraan bermotor harus bersabar untuk tertatih melaju kendaraan mereka, kesalahan sedikit akan terjadi tabrakan karena jarak pandang sangat minim.
Apakah Bapak sudah tahu akibat asap tebal ini dedek bayi yang tak bersalahpun , kini menderita ISPA dan akhirnya karena masih terlalu kecil untuk mengenal kerakusan para pelaku pembakaran hutan, dedek bayi di Jambi kembali kepada Allah lagi.
Kami di sini sudah hampir lupa segarnya udara seperti bapak sekeluarga nikmati, kami sudah hampir lupa panasnya cahaya matahari di pagi hari, kami sudah hampir lupa nikmatnya memandang langit yang biru nan cerah. Setiap hari pemandangan yang kami rasakan awan yang pekat dan terlihat sedih saat memandangnya,” ujar Anada Shafwah saat membacakan Surat terbuka untuk Presiden.
Usai kegiatan ini kepada KORAN BABEL, Pengelola Homeschooling Group Khoiru Ummah 39 Cabang Bangka Belitung, Ustadzah Rokayah mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini sejatinya untuk melatih kepekaan pelajar terhadap kondisi yang mereka rasakan.
“Ini lebih kepada rasa kepedulian saja, generasi sekarang bobrok karena ketidakpedulian, kekerasan, dan narkotika, miras, dan pergaulan bebas. Makanya kita sejak dini mengajarkan kepedulian terhadap anak-anak. Melihat asap dan merasakannnya (asap) yang menyiksa, melatih mereka bagaimana mengeksplor aspirasi bahwa mereka punya hak dan harus diaplikasikan pada acara hari ini,” ungkapnya.
Akibat kabut asap, dalam lingkungan sekolah setidaknya siswa-siswi ini diwajibkan memakai masker di jam keberangkatan sekolah pukul 06.30 pagi hari. Terlebih kebanyakan siswa-siswi Khoiru Ummah yang beralamat di Jalan Gabek Permai Pangkalpinang ini didominasi oleh siswa-siswa yang berada jauh dari sekolah seperti Kampung Dul dan Girimaya.
“Kami merasakan sekali akibatnya. Menu makan pun dari yang kering diganti dengan menu basah, banyak siswa yang batuk, dan 2-3 siswa tidak masuk sekolah akibat terkena ISPA. Melihat saja tidak akan ada solusi, lama-lama sudah memakan korban. Pemerintah punya dana dan kebijakan yang sangat besar, kenapa tidak dibenahi. Apa ada kepentingan-kepentingan di balik itu?,” ujar Rokayah. (dhi)
The post Asap, Surat Terbuka Untuk Presiden appeared first on KORAN BABEL.
ConversionConversion EmoticonEmoticon