
Koba (koranbabel.com) – Meski tidak diberi bantuan bibit cabai dan pupuk, pemudi kota Koba tetap menanam cabai untuk menyambung hidup. Listiawati warga koba Kang beralih profesi dari pedagang kelontong ke petani Cabai, mengaku harus berjuang keras untuk bertahan hidup dengan kondisi perekonomian tidak stabil di Koba.
“Lihat, dimana-mana orang bedagang mengeluh sepi tidak ada pembeli. Banyak dari mereka, para pedagang justru beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Listiawati kepada KORAN BABEL, Jum’at (9/10).
Menurut dia, dipilihnya profesi kebun cabai, karena cabai saat ini harganya cukup menggiurkan. Selain itu, tidak butuh waktu lama untuk memetik hasil, paska panen raya, “Waktu panen 3 hingga 4 bulan, kalau dirawat dengan baik dan benar. Waktu tersebut terbilang singkat, kalau kita tanam komoditi sektor perkebunan lainnya seperti karet ataupun sawit,” katanya.
Lanjut dia, penjualannyapun terbilang mudah, pasokan cabai dari pulau sumatera ataupun jawa sudah mulai mengendur akibat faktor biaya transportasi yang cukup mahal, “Artinya bertanam cabai sekarang merupakan potensi yang bisa kita gali dan kembangkan,” ungkapnya.
Ia bersama pemudi kota koba lainnya, saat ini membudidayakan cabai di area eks KK PT.Koba Tin desa Nibung kota Koba, “Area yang kita manfaatkan untuk bertani cabai seluas 1,5 ha, lahan tersebut akan ditanam 2000 batang cabai rawit,” katanya.
Saat ini, ia bersama pemudi kota Koba telah melakukan penyemaian bibit cabai, dalam waktu dekat bibit tersebut akan dipindahkan ke lahan yang sudah dipersiapkan, “Sebenarnya banyak kebutuhan yang kurang dalam aktifitas tanam cabai oleh pemudi kota Koba ini. Kami kurang pupuk sebanyak 5 ton, dan kapur pertanian sebanyak 1 ton,” katanya.
Ia menceritakan pihaknya telah mengajukan proposal kepada Pemda Bateng, namun belum direspon karena anggaran tahun 2015 sudah tidak memadai lagi, “Katanya orang pemda Bateng, bisa dibantu tapi tahun 2016 kedepan,” katanya.
Kendati tidak diperhatikan pemda bateng, pemudi kota Koba tetap berusaha agar cabai tersebut tumbuh subur saat pemanenan. Hal tersebut tidak mematahkan semangat pemudi kota Koba, “Kami akan pupuk seadanya. Mudah-mudahan tumbuh dengan baik,” katanya.
Ia bersama rekannya akan menemui Pemprov Babel, karena kegiatan ini merupakan kreatifitas pemudi dalam menghadapi perekonomian yang tidak stabil dikota koba sekarang. Rencananya ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya yang perhatian sama warganya akan mengunjungi kebun cabai pemudi kota di Nibung tersebut.
“Inilah potensi yang bisa kami kembangkan. Kami harap Pemprov babel akan dukung ini. Saya saja dari pedagang kelontong, alih profesi jadi petani cabai karena himpitan ekomi,” katanya.
Ia berjanji setelah diberi bantuan, kedepan dari hasil yang didapatkan ia tidak akan minta bantuan serupa lagi, “Tidak muluk-muluk, bantu pupuk dan kapur saja ditahap awal ini. Besok-besok kalau sudah berkembang, kami bisa cari modal sendiri,” pungkasnya. (ron)
The post Lihat Potensi Bagus, Pemudi Koba Tanam Cabai appeared first on KORAN BABEL.
ConversionConversion EmoticonEmoticon