
Sungailiat (koranbabel.com) — Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musor Kab) V KONI Kabupaten Bangka yang beragendakan pemilihan ketua umum, Sabtu (10/10) di Hotel Sanjaya Sungailiat diwarnai dengan adu jotos.
Padahal kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Bangka Rustamsyah tersebut juga dihadiri Ketua KONI Bangka Belitung Dharmo Sutomo serta pejabat di lingkungan Pemkab Bangka dan perwakilan dari 27 cabang olahraga.
Suasana memanas berawal dari protesnya beberapa peserta, mengenai sah tidak sahnya calon yang diutus oleh pengcab masing-masing, guna memilih suara, yaitu mengenai keabsaan wakil yang diutus dalam kegiatan tersebut.
Seperti dari Cabang Whusu memprotes agar wakil dari whusu diganti. Namun panitia keberatan, karena untuk mengganti nama yang diutus, harus sepengetahuan Ketua dan Sekretaris whusu dan panitia tetap tidak mau menuruti protes tersebut dan panitia tetap memegang pada surat utusan, surat mandat yang ada ditangan panitia.
Hal itu lah yang memicu perang mulut antara panitia dengan peserta Pengurus Whusu Bangka, Rusli Amin. Untuk itu perwakilan dari whusu, minta agar dari whusu dicoret dari daftar dan minta supaya whusu tidak diperbolehkan memilih suara.
Setelah melalui adu mulut yang cukup pedas, akhirnya persoalan protes dari whusu dapat diselesaikan dan panitia minta agar whusu menyelesaikan persoalan tersebut di luar arena Musrob Kab V, karena itu menyangkut persoalan interen whusu.
Namun persoalan lain muncul lebih memanas, yaitu protes keras dari cabang olah raga Takewondo Indonesia, dimana dari Takewando minta agar diperbolehkan mengirimkan peserta untuk memilih suara. Karena panitia tidak bisa menerima permintaan dari pengurus Takewondo, terjadilah perang mulut kasar dengan salah satu panitia, yaitu Farid dan akhirnya berimbas adu jotos antara Farid dengan Azam Abdulah, Ketua Harian Takewondo Indonesia Provinsi Bangka Belitung. Panitia keamanan dari Satpol PP Bangka pun segera turun melerai dan kegiatan dilanjutkan lagi.
Ketua Harian Takewondo Babel, Azam Abdulah kepada wartawan menjelaskan , bahwa dari takewondo mempertanyakan suara takewondo didalam kegiatan ini. Karena tahun 2012 sudah dibekukan lepengurusan TI Pemkab Bangka, tapi pada acara ini pemprov mengeluarkan surat keputusan mandat kepada ketua harian untuk mengikuti Muskab Koni, tapi oleh panitia ditolak dan taekwondo tidak memiliki hak suara memilih.
”Karena jawaban panitia kurang memuasakan kita tetap mempertanyakan, tiba-tiba salah satu panitia memancing emosi,”ujarnya.
Ditambahkan Azam Abdulah, panitia yang namanya Fardi itu tidak bukan anggota Takewondo Indonesuia, tapi Yuti,”Kalau acara seperti ini, kita lihat ada permainan, dan sepertinya tidak tahu aturan,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Umum KONI Babel, Dharmo Sotomo ketika ditemui wartawan menjelaskan, KONI itu sifatnya pembinaan dan persoalan takewondo itu yang dilayani KONI kepengurusan yang sah dan sampai hari ini belum ada kepengurusan yang resmi untuk kabupaten Bangka.
Kemudian ditunjuk pengurus Plt dan diberi masa pengurusan toleransi selama enam bulan. Setelah enam bulan tidak melakukan muscab, dianggap tidak menjadi anggota KONI. Dalam kasus ini lewatnya sudah betahun-tahun, otomatis sudah tidak menjadi anggota KONI dan tidak terdaftar serta tidak boleh mengirimkan peserta untuk memilih suara.
”Kalau sebagai peserta itu berhak memilih dan dipilih. Kalau peninjau hanya melihat dan hanya memberi saran pendapat. Kalau persoalan ribut tentunya urusan panitia,”terang Dharmo Sutomo.
Sementara dalam pemilihan kali ini, Deny Hasbi terpilih kembali sebagai Ketua Umum KONI Bangka setelah menggungguli lawannya dengan mengantongi 15 suara serta lawannya Reka memperoleh 8 suara. Dari 25 suara yang berhak mimilih, 2 suara dinyatakan gugur, karena menulis nama kandidat. Sebab dalam aturan panitia tidak memeprbolehkan menulis nama dan hanya menulis nomor urut, yaitu nomor 1 dan nomor 2. (tom)
The post Pemilihan Ketua KONI Diwarnai Adu Jotos appeared first on KORAN BABEL.
ConversionConversion EmoticonEmoticon