Mahasiswa YAN Minta Kejelasan Nasib


Manggar (koranbabel.com) — Penjabat (Pj) Bupati Belitung Timur (Beltim) HM. Hardi menyatakan Pemkab Beltim siap bertanggung jawab terkait kejelasan nasib 26 orang mahasiswa yang kuliah di kampus Yayasan Pendidikan Aldiana Nusantara (YAN).

Meki baru bertugas kurang lebih satu bulan sebagai Bupati, Ia menegaskan tanggung jawab secara moral akan ditanggungnya. Namun Ia juga menuntut tanggung jawab lebih besar dari pihak Yayasan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim.

Pasca dibekukannya Yayasan serta Kampus di bawah naungan YAN, Pemkab Beltim langsung menarik ke 26 mahasiswa dari kampus. Saat ini mereka sudah kembali ke Kabupaten Beltim, namun para mahasiswa yang rata-rata masih kuliah di semester 2,4, dan 6 ini bingung terkait kelanjutan studi mereka.

“Pemerintah harus bertanggung jawab. Dinas Pendidikan dan yayasan harus juga bertanggung jawab, selamatkan anak-anak ini. Saya memperingatkan sangat keras untuk Dinas Pendidikan dan jajarannya, ke depan tolong perhatikan teliti baik-baik, MoU beasiswa A sampai Z-nya. Jangan samapi timbul persoalan di kemudian hari, ini cambuk bagi kita,” tegas Hardi seusai dengar pendapat dengan para mahasiswa YAN dan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim di Ruang Rapat Bupati, Senin (12/10).

Untuk langkah awal, Ia menuntut agar Dinas Pendidikan dan Yayasan segera mencarikan sekolah baru dan mengkonversikan mata kuliah di Kampus YAN ke kampus yang baru. Ia juga akan meminta pertanggung jawaban terkait anggaran beasiswa kepada Kepala Dinas Pendidikan.

“Langkah awal, bagaimana caranya yayasan dan Dinas Pendidikan harus segera mencarikan tempat sekolah sehingga mata kuliah atau jumlah SKS dapat dikonversi. Selanjutnya baru, saya minta Kepala Dinas Pendidikan mempertanggungjawabkan dana kepada saya,” kata Hardi.

Mantan Sekda Pangkalpinang ini juga akan segera memanggil pihak yayasan. Bahkan Ia menyatakan jika, tidak ada wakil yayasan yang datang ke Belitung Timur, Ia berniat untuk mengajak Forkominda datang ke Yayasan.

“Saya sudah minta asisten dan Kepala Dinas untuk buatkan surat pemanggilan kepada yayasan, ketemu saya, Ketua DPRD dan Forkominda. Kalau tidak saya yang akan datang ke sana. Ini harus diselesaikan dicarikan solusi, jalan terbaik bagi anak-anak,” ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Lindawati Theodore mengungkapkan Yayasan tetap akan bertanggung jawab untuk mengganti biaya pendidikan yang sudah dikeluarkan oleh Pemkab Beltim.

“Kemarin pas kunjungan kita ke sana, Ketua Yayasan menyampaikan bertanggungjawab kepada Pemkab Beltim. Beliau bersedia mengganti semua biaya yang sudah dikeluarkan,” terang Linda.

Linda menyatakan akan terus mengawal nasib para mahasiswa. Dinas Pendidikan akan memilah milih kampus mana yang akan dituju oleh mahasiswa selanjutnya. Terkait konversi nilai dan mata kuliah Ia akan melobi kampus lain agar dapat menerimanya.

“Kita melihat dulu kemana Yayasan Aldiana akan mengarahkan mahasiswa ini. Saya lihat dulu kampus yang akan dituju, sudah cukup sesuai atau terakredetasi. Kalau konversi tergantung lobi kita ke kampus apakah mereka mau menerimanya,” kata Linda.

Sementara itu, 26 orang mahasiswa Beltim yang pernah kuliah di YAN bingung dan galau terkait statusnya. Pasca dibekukan mereka dipulangkan namun mereka masih berharap kelelasan masa depan mereka.

Juru bicara mahasiswa YAN, Azhari mengaku bingung dan hanya bisa menunggu kepastian dari pemerintah daerah. Ia hanya meminta kepastian kampus mana dan kapan, Ia serta rekannya akan kuliah kembali.

“Jadi kami minta kejelasan di mana kami akan ditempatkan, waktunya kapan, dan tetap akan menunggu. Kita sudah rugi waktu, kalau materi itu bisa diganti,” kata Azhari yang akrab dipanggil Ari.

Ari yang masuk tahun ke 3 kuliah di Sekolah Tinggi Telematika YAN ini menyatakan kalau nilai kuliah sudah ditangan. Namun dikarenakan Kampus YAN belum terdaftar pada Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), maka nilainya belum dapat serta merta dikonversikan.

“Kalau nilai SKS sudah ditangan kita. Namun kita hanya minta kebijakan Dinas Pendidikan apakah bisa nilai kami ini dikonversikan jika pindah ke kampus lain. Mohon kejelasnnyalah,” ujarnya. (*/rel)

The post Mahasiswa YAN Minta Kejelasan Nasib appeared first on KORAN BABEL.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment